Postingan

MERKURIUS, SEBUAH KELUARGA YANG TAK TERLUPAKAN

Menulis merupakan salah satu hobi yang ingin aku kembangkan. Karena melalui menulis memungkinkan ide dan gagasanku tersampaikan kepada orang lain, siapa tahu mereka sependapat dan akhirnya bisa saling bahu membahu memperjuangkan ide yang sama. Oleh karena itu sangat penting membuat tulisanku menjadi semakin menarik sehingga semakin banyak orang tertarik untuk membacanya.

BAHTERA DI ATAS GELOMBANG EPISODE 12 TAMAT

Malam semakin larut dan semakin hening. Penuturan Mbah Parto menambah kesunyian malam itu. Berbagai perasaan berkecamuk. Edy nampak yang paling terpukul. Dia hanya bisa menundukkan kepala. Tidak tahu harus mengatakan apa, yang ada hanya keinginannya untuk berteriak sekeras-kerasnya menentang penuturan yang tidak masuk akal ini. Apakah kita sudah menjadi Tuhan, yang tahu akan masa depan?

BAHTERA DI ATAS GELOMBANG EPISODE 11

“Baiklah, langkah selanjutnya kita pikirkan nanti saja, sekarang yang penting kita cari tahu menurut ilmu kejawen,” Mbah Parto memberikan usul dan mengakhiri perdebatan yang terjadi. “ Injih, Mbah,” kata Pak Sunar. Untuk keperluan perhitungan yang saya lakukan, saya perlu tahu tiron (hari lahir termasuk pasaran jawa, seperti kamis legi, jumat pahing dan seterusnya) beberapa orang, yaitu Edy, Hasna, Pak Sunar, dan Bu Tutik,” Mbah Parto menjelaskan. “Disamping itu, saya juga perlu tahu hari naas keluarga ini,” lanjut Mbah Parto.

BAHTERA DI ATAS GELOMBANG EPISODE 10

Malam yang bermandikan cahaya rembulan itu, di ruang tamu keluarga Sunar, ayahnya Edy telah berkumpul beberapa orang yaitu kedua orang tua Edy, kakek dan nenek Edy, Mbah Parto dan Parmin, anak Mbah Parto, serta Edy. Mereka berkumpul untuk membicarakan permintaan orang tua Hasna agar orang tua Edy segera berkunjung untuk membicarakan hubungan Hasna dan Edy lebih lanjut.

BAHTERA DI ATAS GELOMBANG EPISODE 9

Beberapa hari yang lalu Edy sudah berkunjung ke rumah Hasna dan menyampaikan apa yang dikatakan orang tuanya kepada Hasna untuk disampaikan kepada orang tuanya. Meskipun tak sesering waktu lampau, kini kunjungan Edy ke rumah Hasna sudah mulai sering dan hanya sesekali orang tua Hasna menemuinya tanpa mendesak Edy tentang kunjungan orang tuanya. Hanya sesekali saja kadang kala menanyakan. Jalinan asmara keduanya berjalan dengan baik.

BAHTERA DI ATAS GELOMBANG EPISODE 8

Beberapa hari terakhir ini membuat Edy banyak berpikir dan merenung. Badannya yang sedari dulu memang sudah kecil kini semakin kurus, rambutnya panjang acak-acakan dan tak terawat. Hari-harinya banyak dihabiskan dengan menyendiri, dan mengevaluasi diri, sudahkah tepat apa yang dilakukannya selama ini? Lalu, apa yang harusnya ia lakukan untuk menghadapi segala masalahnya?

BAHTERA DI ATAS GELOMBANG EPISODE 7

“Assalamu’alaikum,” terdengar suara ayah Edy dari depan pintu. “Waalaikumsalam,” jawab kami yang ada di dalam rumah secara serempak. Tak lama kemudian, seorang lelaki yang nampak sudah tua tetapi masih sehat dengan rambut sepenuhnya berwarna putih nampak berjalan dengan penuh wibawa memasuki rumah. Lelaki tua ini adalah ayah dari Edy dan sering disebut Pak Guru oleh para tetangganya, karena memang ia seorang guru Sekolah Dasar yang sekarang telah menjadi Kepala Sekolah Dasar negeri di Desa itu.