Postingan

PEMBERONTAKAN KAUM KHAWARIJ

Munculnya Khawarij
Sebutan Khawarij disematkan kepada kelompok yang melakukan pemberontakan terhadap khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib. Khawarij atinya adalah “Mereka yang keluar”, jadi kelompok ini disebut Khawarij disebabkan keluarnya mereka dari Dinul Islam dan pemimpin kaum muslimin. Namun bagi kaum Khawarij dimaknai sebagai orang-orang yang keluar rumah untuk berjihat.

PENGABDIAN YANG TULUS

Hardi tertunduk lesu, tatkala panitia pemilihan kepala desa membacakan perolehan suara yang menmpatkan dirinya ada di urutan ke-2, kalah bersaing dengan musuhnya dengan selisih hanya 12 suara. Hiruk pikuk suara pendukung Sang Pemenang tak membuatnya segera beranjak dari tempat duduknya. Beberapa orang pendukung menghampirinya untuk mengajak pulang dari balai Desa yang digunakan sebagai tempat pemungutan dan perhitungan suara.

AL FARUQ, UMAR BIN KHATTAB TELADAN PARA PEMIMPIN

Umar bin Khattab lahir pada tahun 579 M pada masa Jahiliyah di Mekkah dengan nama lengkap Umar bin al-Khattab bin abdul Uzza. Umar berasal dari Badi Adi, salah satu kabilah Suku Quraisy. Umar memiliki watak yang keras hingga dijuluki “Singa Padang Pasir”. Pada masa mudanya Umar dikenal sebagai orang yang suka minum minuman keras. Tempat hiburan merupakan tempat favoritnya. Dengan tubuh yang tinggi besar dan kulit yang putih, ia sangat jago dan tak pernah kalah dalam bergulat. Bergulat di tempat hiburan sekitar pasar, bagi Umar bukan merupakan ajang untuk mencari ketenaran, ia hanya bergulat dengan pemuda yang kuat dan sudah tak memiliki lawan tanding lagi di arena gulat, namun disisi lain, Umar tak pernah menantang bergulat dengan orang yang pernah ia kalahkan, kecuali mereka yang menantang terlebih dahulu untuk membalas kekalahannya pada masa lalu.

DIRI YANG TAK DITEMUKAN : SEBUAH RESENSI

Gambar
Judul : Diri Yang Tak Ditemukan Judul Asli : The Undiscovered Self Penulis : Carl Gustav JungPenerjemah : Rani RahmanillahPenerbit : IRCiSoDKota Terbit : Yogyakarta TahunTerbit : 2018 Cetakan : I Tebal Buku : 198 halaman ISBN : ISBN 978-602-7696-40-2

Carl Gustav Jung (1875–1961) lahir di Swiss. Dia adalah perintis psikologi analitik; sebuah teori psikologi yang mementingkan perjalanan pribadi setiap orang dan kepribadian mereka. Diri Yang Tak Ditemukan adalah serangkaian esai yang mengekspresikan ketidakpuasan dan kepeduliannya dengan gerakan massa, kediktatoran, dan mendadak signifikansi individu.
Jung memulai dengan menjelaskan bagaimana rasionalitas, alasan, dan refleksi kritis bukanlah hal yang tidak biasa, tetapi sebagian besar meragukan dan tidak konsisten . Seringkali orang merasa sangat nyaman dalam kelompok besar atau sebuah komunitas, baik itu negara maupun klomunitas teligius, yang di dalamnya terdapat fanatisme dan terdapat seseorang yang berpikir dan memberikan semua jawaban unt…

MAULID NABI

Sebentar lagi, umat Islam memperingati Maulid Nabi sebagai peringatan hari lahir panutan umat Islam. Peringatan ini biasanya dilakukan dengan berbagai cara sesuai adat kebiasaan masing masing orang. Ada yang memperingati dengan tasyakuran atau orang Jawa sering menyebutnya selametan. Juga ada yang memperingati dengan menyelenggarakan pengajian atau ceramah atau santapan rohani. Ada pula yang memperingati dengan bersholawat bersama. Apapun bentuk peringatan ini dimaksudkan untuk mengingat bahwa umat Islam memiliki sosok yang seharusnya diteladani.

SELAMAT PAGI SAHABAT, APEL PAGI EFEKTIF DALAM RUANGAN

Waktu menunjukkan pukul 06.55 WIB, saat lonceng dari potongan besi itu beberapa kali berdenting dipukul oleh seorang petugas anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Bel ini sebagai tanda segera dimulainya apel pagi. Tak lama kemudian terlihat berkelompok-kelompok pegawai berjalan menuju lapangan upacara di depan pendopo kabupaten, tempat dilaksanakannya apel pagi setiap hari. Lantas, para pegawai itu berbaris dengan rapi sesuai unit kerja masing-masing.

MANAJEMEN APARATUR PEMERINTAH DAERAH

Mengapa Harus Dilakukan Manajemen Aparatur?
Sumber daya manusia merupakan sumber daya terpenting dalam organisasi, karena hanya SDM yang mampu menggerakkan sumber daya organisasi yang lain untuk mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Tinggi atau rendahnya kinerja SDM dalam melaksanakan tugas jabatannya sangat mempengaruhi kinerja organisasi dalam upaya mewujudkan visi, misi dan tujuan organisasi. Peran strategis SDM inilah yang mengharuskan semua organisasi, baik privat maupun publik untuk mengelola SDM-nya agar berkinerja tinggi.